Thursday, 20 November 2014

Hati-hati, 2 Hal Ini Bikin Usaha "Franchise" Bangkrut

MDMI - Putri tampak gelisah. Usaha waralaba (franchise) yang baru dibangunnya harus gulung tikar.

Wanita 28 tahun ini rugi sampai Rp 100 juta. Aset kendaraan pribadinya juga terpaksa dijual.

"Ternyata, enggak gampang menjalankan bisnis franchise. Si pemilik-nya lepas tangan karena dia hanya jual lisensi saja. Sementara, saya terhitung pemula," katanya, Sabtu (1/11).

Cerita ini tak hanya dialami Putri seorang. Masih banyak yang akhirnya gigit jari lantaran usaha waralaba-nya tidak berkembang. Alih-alih meraup untung, malah buntung. 

Perencana keuangan, Aidil Akbar Madjid mengungkapkan dua kesalahan yang biasanya dilakukan oleh pengusaha waralaba. Pertama, salah persepsi tentang bisnis tersebut.

"Kesalahan utama, mereka berpikir bahwa setelah beli franchise, maka uang akan datang sendiri dan bisnisnya otomatis jalan. Padahal, tidak begitu," ujarnya.

Menurut Aidil, waralaba tetaplah sebuah bisnis yang harus diurus oleh si pengusahanya sendiri. 

"Walaupun judulnya franchise, tetap harus terjun langsung. Tetap harus dikelola, bukan malah dibiarkan dan berpikir 'ah,sistemnya kan sudah ada, bahan baku sudah ada'," katanya.

Kesalahan kedua, tidak teliti sebelum memutuskan membeli waralaba. Biasanya, orang tergiur dengan janji keuntungan yang besar tanpa memperhatikan rekam jejak waralaba tersebut.

"Harus dilihat siapa pemiliknya, bagaimana perkembangan usahanya, sistemnya bagaimana. Lalu, potensi pasarnya juga harus diperhatikan. Teliti sebelum menandatangani perjanjian usaha," ujarnya.

Wednesday, 19 November 2014

Tips Sukses Memilih Bisnis Waralaba



My Dream ~ Anda mungkin saat ini sedang bertekad untuk memulai bisnis Anda dengan membeli waralaba? Tunggu dulu. Sebelum itu, sebelum membeli bisnis waralaba, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Persiapan Anda harus benar-benar matang. Berikut adalah beberapa pertimbangan di antaranya:

Tentukan dulu: Apakah Anda suka menjalankan model waralaba?

Bisnis yang diwaralabakan adalah bisnis-bisnis yang sudah berhasil melalui tahap uji pasar. Artinya, sebagian besar dari mereka adalah bisnis yang dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Di sinilah keuntungan beli waralaba dibanding bikin bisnis baru. Anda tidak perlu benar-benar mulai dari nol. Namun bagi beberapa orang, hal ini berarti mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati perjalanan membangun merek mereka sendiri. Nah, Anda harus pastikan dulu, Anda masuk tipe yang mana.   

 

Pilih waralaba yang sejalan dengan passion Anda

Di bisnis apapun, bukan hanya waralaba, akan berjalan dengan baik jika Anda memilih yang sesuai dengan passion Anda. Ketika Anda bekerja di area yang Anda cintai, maka besar kemungkinan kalau Anda akan berkembang dengan lebih cepat. Sebab Anda akan senantiasa merasa tidak terbebani untuk mempelajari ilmu baru yang terkait dengan industri tersebut. Anda merasa bahwa pekerjaan Anda adalah sebagian dari hidup Anda, daripada sekedar jadi ongkos untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda.

Riset dulu

Ada ribuan waralaba di dunia. Anda hanya akan pilih satu. Jadi, pastikan bahwa pilihan Anda adalah yang terbaik agar Anda tidak buang-buang waktu dan uang Anda pada waralaba yang salah. Riset segala macam aspek seperti reputasi waralaba di benak pasar, potensi di daerah Anda, proyeksi keuntungan yang mungkin Anda dapatkan. Cari waralaba yang bisa bertahan, atau justru berkembang, seiring dengan perubahan arah pasar dan perkembangan jaman. Jika bisnis itu bisa jalan seiring dengan pengalaman, maka waralaba erat kaitannya dengan persiapan.

Kecocokan dengan penyedia waralaba

Ketika membeli waralaba, maka Anda menjalin ikatan bisnis dengan penyedia waralaba. Anda harus betul-betul percaya dulu dengan mereka sebelum bekerja sama dengan mereka. Maka, kecocokan antara Anda dengan penyedia waralaba juga perlu Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan. Jika Anda memiliki sedikit saja keraguan terhadap tingkat profesionalisme mereka, maka lebih baik Anda menunda dulu keinginan Anda.

Pahami kontrak Anda baik-baik

Sebagus apapun insting Anda, baca betul-betul kontrak Anda sebelum Anda teken. Karena, di dalam kontrak tersebut Anda bisa melihat kemungkinan sengketa di masa depan, sebelum ia benar-benar terjadi. Kontrak tersebut akan menyebutkan dengan jelas hak dan kewajiban Anda sebagai pemegang waralaba. Jika ada poin yang Anda rasa ganjil, maka tanyakan langsung pada pihak penyedia waralaba. Mumpung saat teken kontrak, Anda mungkin sedang berhadapan langsung dengan mereka.

Produk Waralaba Ramai-ramai Unjuk Gigi di Mall

My Dream - Tertarik dengan bisnis franchise atau waralaba? Jika demikian, tak ada salahnya Anda berkunjung ke acara ‘The National Franchise Expo’ di Hartono Lifestyle Mall. Di sini, banyak produk ternama unjuk gigi dalam upaya ekspansi pasar.

Dihelat selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu (14-16/11), ajang ini menawarkan berbagai produk jasa maupun perdagangan seperti baby spa, laundry, kuliner, minimarket hingga properti. Sedikitnya ada 15 peserta, menurut perwakilan penyelenggara acara, Bramantyo Probo turut serta dalam The National Franchise Expo.

“Peserta didominasi brand produk makanan dan minuman. Franchise yang ditawarkan mulai dari nominal di bawah Rp 10 juta sampai di atas Rp 50 juta,” ungkapnya kepada wartawan di sela acara.

Berkaca dari gelaran serupa di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang, pihak penyelenggara optimistis pameran waralaba di Solo Baru ini mampu menjaring banyak franchisee. Sedikitnya seratus transaksi diyakini mampu dibukukan selama gelaran The National Franchise Expo.

Adapun beberapa brand besar turut mejeng dalam acara ini, yakni Alfamart, Teh Poci, RH Mom and Baby Spa, D’Goen dan Kebab Kings. RH Mom and Baby Spa sendiri menawarkan dua paket franchise, ekonomi dan premium.

Relatif besarnya pasar baby spa di Tanah Air, diakui pemilik RH Mom and Baby Spa, Rina Laurentie, membuka peluang bagi brand miliknya terus berekspansi melalui sistem franchise.  Apalagi saat ini, spa untuk bayi sudah menjadi tren lifestyle tersendiri bagi kalangan menengah ke atas.

RH Mom and Baby Spa membuka penawaran franchise mulai harga Rp 600 juta hingga Rp 2,5 miliar, bergantung jenis paket. Brand ini siap memberikan pendampingan kepada franchisee selama tiga tahun dengan royalti sepuluh persen dari omzet.

Poke Sushi Mulai Kembangkan Bisnis Waralaba

Setelah sepuluh tahun eksis di dunia kuliner, restoran Jepang, Poke Sushi mengembangkan sayap ke dunia waralaba.

Gerai waralaba pertama mereka baru dibuka di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Ini adalah waralaba pertama kami. Namun, untuk sementara kami sebut sebagai kerja sama manajemen dulu karena dokumen-dokumen waralabanya masih dalam proses. Ke depannya kami akan kembangkan bisnis waralaba ini," kata General Manager Poke Sushi Donny Halim pada pembukaan gerai Poke Sushi di Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (21/10).

Keputusan untuk menggeluti dunia waralaba disebabkan oleh keinginan manajemen untuk lebih cepat bergerak dan berkembang. Menurutnya, mereka ingin menarik partner lokal, juga menggerakkan aktivitas lokal.

"Pengalaman kami saat buka di SMS (Summarecon Mal Serpong), kami sempat bingung untuk menarik pengunjung karena memang pasarnya yang berbeda dengan Dharmawangsa (gerai pertama). Akhirnya, kami memutuskan kerja sama dengan partner-partner lokal yang paham pasar di Bintaro saat ini," ujarnya.

Total keseluruhan investasi bila ingin membuka gerai waralaba adalah Rp 10 juta hingga Rp 11 juta per meter.

"Kami memiliki rencana untuk membuka tiga gerai waralaba lagi dalam waktu dekat. Namun, kami belum mau memberitahu lokasi persisnya, yang jelas di Jakarta," katanya.