Tuesday, 30 October 2007

Ojo Lali Mimik Kopi (1)




Kopi adalah minuman ter_istimewa.

Ter_istimewa, berarti, bahwa kopi adalah minuman yang nomor 1.

Nomor 1, berarti, bahwa nomor tsb adalah nomor yang paling atas dari deret angka.

Deret angka, berarti, bahwa …”mbulet”!!!

“Mbulet”, berarti, bahwa … “uakeh maknane”.

“Uakeh maknane”, berarti bahwa … banyak artinya.

So,…saya sarankan jgn dipertanyakan lagi…,nanti anda jadi pusing.

Nyante aja,…daripada anda pusing tujuh keliling.

Btw,…mang anda keliling kemana aja sich…????

Hwekekekekek.................................................

Ahahaik.......................................................

Nging....................................................


Indonesia adalah Negara Besar.

Suatu Negara Zamrud Khatulistiwa.

Gemah ripah loh jinawi.

Tata Tenterem Kertaraharja.

Suatu Negara Besar yang Hanyakrawati.

Ora tedas Tapak Palune Pande.

Ora tedas Gurindo.


Dari jaman perang hingga jaman kemerdekaan, Kopi adalah minuman ter_istimewa.

Oh...benarkah....???????????????????????????????????????????????????????????

(kayaknya terlalu banyak tanda tanya_nya dech).

Ok, kl kagak percaye cobe simek....

(logat Betawi)

Ok, kl tidak percaya coba simak.......

(logat Asli Nasional NKRI).


Begini ceritanya.....................................................................................................................

Pada saat berpikir keras (artinya berpikir tentang suatu masalah sampai runtut. Bukan berpikir tentang kekerasan, atau sesuatu yang keras seperti batu, atau bukan berpikir tentang ”sesuatu yang mengeras”. Hayo...apa ya. Pembaca jgn mikir joni (jorok nggilani) dulu. Bisa aja ”sesuatu yang mengeras itu adalah pasir di sungai. Yang lama mengendap dan menjadi tanah yang padat. Atau jasad dinosaurus yang ribuan tahun tertimbun tanah dan menjadi KikiL eh FOSiL) untuk menyelesaikan suatu masalah, coba minum kopi_lah sejenak untuk relaksasi demi melancarkan peredaran ide dalam otak.”

Kenapa bisa terjadi kayak gitu? ....mmmm,...pertanyaan sprti ini kalimatnya gak baku.

Kenapa gitu kayak bisa terjadi? ....mmmm,....pertanyaan sprti ini kalimatnya jg gak baku.

Kenapa kayak bisa gitu terjadi? ....mmmm,....pertanyaan sprti ini kalimatnya jg gak baku.

Kenapa kayak? ....nah pertanyaan sprti ini kalimatnya sederhana tp kurang mengena.

Koq bisa? .....naaaaaaaaaah....kita pke kalimat tanya yg ini saja ya. Simpel tp mengena.

Ok, cara kerja kopi tersebut mempengaruhi pemikiran-pemikiran kita. Kepada anda pembaca yang budiman (untuk laki-laki) dan kepada anda yang budiwati (untuk gadis) perlu tahu cara kerja kopi tersebut. Yaitu antara lain :

Kopi diminum melalui mulut, jangan sampai salah, karena jika anda salah dalam meminumnya, semisal, anda minum kopi melalui hidung, maka hidung anda akan tersumbat ampas kopi atau dalam bahasa jawa_nya disebut ”LETEG”. Yang akan mempengaruhi penampilan anda yang normal seperti layaknya manusia normal di dunia ini, yaitu, mata nada eh mata anda akan menjadi merah, dan ”G.P.L” alias gak pake lama muka anda akan jadi merah juga. Sehingga anda akan merasa malu. Sebab bisa jadi anda akan ditertawakan orang normal yang lain. Hwekekekekekek............................................”


Akan tetapi.............................................................................................................................

Jika andan, eh, jika anda sudah benar dalam cara meminum kopi, artinya, kopi sudah anda minum melalui mulut atau via mouth atau liwat cangkem atau diombe atau dicucup, maka kopi tersebut akan cepat turun dalam tenggorokan dan mengalir dalam lambung lalu diolah menjadi sari-sari ”SEMANGAT” yang kemudian disalurkan lagi langsung menuju otak. ...............dan lahirlah gagasan-gagasan cemerlang yang akan membuat hidup anda menjadi ”SEMANGAT TEYUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSS................”


”SIAPA BILANG HITAM ITU HITAM”......?! ya...,itulah kopi. Warnanya memang hitam tapi positif. Bukan hitam dalam arti negatif.

Hitam tapi positif. Memang. Minuman yang satu ini adalah Legal menurut hukum negara dan Halal menurut hukum agama islam, dan menurut saya kopi juga halal dalam hukum agama lainya yang ada di jagad raya ini. Btw,...pembaca ada yang tahu gak kenapa jagad itu pake ”d” koq gak pake ”t”??????????????????????????????????????????

Tp yg penting.....minuman ini cocok juga kan untuk semangat persatuan. Hwekekekekekekkekekek......................................................................................................

Ahahaik..................................................................................................................................

Nging......................................................................................................................................

”Egalite’....................”Freternite’....................”Liberte’..................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hitam tapi positif yang lain, yaitu, seperti layaknya kehidupan manusia, dimana semua manusia yang masih hidup (ups,....kl dah mati berarti dinamakan JASAD bukan Manusia donk. Btw, pembaca ada yang tahu gak kenapa jasad itu pake ”d” koq gak pake ”t”?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????) punya tingkatan kesulita tersendiri. Antara lain, ”stres”. Itu pasti terjadi. Stres itu sprti: Polemik yang tak kunjung Sembuh (alias masalah yang sungguh akut). Seperti KANKER (dlm istilah Kedokteran Umum) yang datang tiba-tiba (perlu dicatat, ”tiba” ini artinya tibo dlm bhs jawa, yg kl diartikan dlm bhs indonesia berarti jatuh. Maka jika dibaca seluruhnya, menjadi, datang jatuh-jatuh. Jadi pembaca yang budiman dan budiwati, mendingan anda membaca ”tiba-tiba” yang diartikan dalam bhs indonesia sebagai ”mendadak”.) dan kalau tidak disertai suatu MANAGEMENT (dlm istilah ekonomi) yang teratur dan kontinue (seperti meminum obat), maka akan merubah PSYCHOLOGI GENETIC (dlm istilah psychologi) dan bisa-bisa tubuh manusia itu akan menjadi LOYO (dlm istilah Jamu) yang kadang nyambung ke penyakit malas mandi yang menyebabkan bau badan atau ”BB” dan tentu bisa juga malas gosok gigi yang nantinya akan menyebabkan bau mulut atau ”HOLITOSIS” (dlm istilah Kedokteran Gigi). Sehingga, mungkin manusia itu menjadi ”LENGGAK LENGGOK” (dlm istilah Tari) ketika berjalan, yang kalau dilihat dari jauh, manusia tadi seperti berjalan sempoyongan alias Zig-Zag (dlm istilah Lalu Lintas). Maka bisa ditebak, dia akan jatuh TERSUNGKUR (dlm istilah Sepak Bola Indonesia) dan mukanya menjadi berDARAH-DARAH (dlm istilah Sastra) yang akhirnya darah itu kering dan menjadi BENANG-BENANG FIBRIN / FIBRINOGEN (kembali ke istilah Kedokteran Umum). Nah disinilah peran penting kopi itu difungsikan. Yaitu ditengah-tengah stres minumlah kopi biar bisa berpikir jernih dan gak akan terjadi hal-hal seperti diatas. Dan kita tidak perlu repot-repot menempatkan stres di seluruh ”kepala” kita. Artinya kan jelas bahwa kopi akan mengurangi beban beberapa kilogram saat anda melakukan angkat besi di tempat fitnes. Lho...?! sori, maksud saya artinya kan jelas bahwa kopi akan mengurangi beban stres anda. Btw, pembaca ada yang tahu gak kenapa maksud itu pake ”d” koq tidak pake ”t”???????????


Kopi adalah minuman hasil ladang kita sendiri. Indonesia. Kopi ditanam dan dihasilkan oleh tangan-tangan terampil MANUSIA INDONESIA. Sungguh luar biasa. Sebuah perpaduan antara tangan Manusia dan Alam Indonesia....., Kompak! Maka dari itu......,”Sungguh Nikmat Rasa dan Aromanya adalah bagian dari Alat Pemersatu Bangsa.”

Lestari alam_ku lestari desa_ku

Dimana Tuhan_ku menitipkan aku

Ramai bocah-bocah dikala Purnama

Nyanyikan pujaan untuk Nusa........

Damai saudara_ku suburlah Bumi_ku

Ku ingat Ibu_ku dongengkan cerita

Kisah tentang Jaya Nusantara Lama

Tenteram Kertaraharja di sana...........”

Dalam redup lampu listrik dari PLN, ku dengar suara merdu yang ”meliuk-liuk mengikuti arah angin sepoi-sepoi” Almarhum Gombloh bernyanyi tentang ”Berita Cuaca” yang diselimuti ”dinginnya malam” kota Pahlawan_ku.

(ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeee.......puitis bgt. Hwekekekekekek...............)

”robert terusin ya”.......hehehehehe....tanggung.....................................................................

”Ngiiiiiiiiing......”, bunyi teko ajaib yang menandakan bahwa air sudah mendidih dan siap dipanen, lho ya,....maksud saya siap dituangkan dalam ramuan satu sendok kopi plus satu setengah gula pasir (asli buatan Indonesia, dari tebu mojokerto yang sudah dikristalisasi),.....yang damai menjadi satu dalam sebuah mug.”

”Kricik......kricik.......,dan................................lebur_lah mereka menjadi satu. Kopi panas. Siap diminum. Eits....,tunggu sampai ampas_nya mengendap, lalu tuangkan pada lepek, tiup dulu pelan-pelan..............lalu............cucup_lah. Ahhhhhhhhhhhhh.......segar sekali.”

Mengap,...mengap,...mengap,...

Meng,...meng,...meng,...

Mengapa Tanah_ku rawan kini

Bukit-bukit_pun telanjang berdiri

Pohon dan rumput-rumput Enggan bersemi kembali

Dan burung-burung_pun malu bernyanyi....

Begitulah lanjutan Lagunya Cak Gombloh yang dirilis ulang oleh BOOMERAANG. Maaf bukan saya bermaksud melecehkan dengan kalimat-kalimat di atas. Tapi, CD saya agak tergores,....nyandet dech. Hehehehe. Ya, mungkin beliau menggambarkan tentang damainya Nusa yang lalu, dan kemungkinan rusaknya Alam hijau Zamrud Khatulistiwa, negeri tercinta ini. Dan ternyata Rusak benar kan???!! Tapi sisi baiknya masih ada perdamaian dan persatuan kala Negeri ini terusik!

Satu hal tentang perdamaian yang patut kita contoh. Pada zaman dulu, alias zaman perang. Ada satu pemimpin yang dicintai oleh seluruh Rakyat Indonesia. Satu pemimpin yang memakai ciri dengan selalu memakai Peci dan mendisaign sendiri Baju Kebesarannya sehingga dengan cirikhas itu beliau dikenal oleh kalangan dunia Internasional. Disegani kepemimpinannya. Beliau adalah presiden pertama NKRI P.J.M. ir. Soekarno. Satu kalimat saja nama beliau, tapi sejuta lebih kharisma yang ada pada diri beliau. Rakyat sangat menghormatinya lantaran beliau mencintai dan menghormati rakyatnya. Mengingat tentang beliau, ada sebuah buku yang pernah ku baca (Soekarno Penyambung Lidah Rakyat, Cindy Adams) menceritakan bahwa dulu, presiden Paduka Jang Mulia ir. Soekarno selalu menyediakan kopi untuk teman-teman seperjuangan yang bertamu kerumahnya. Saat itu, beliau berkata,....”Aku akan selalu menghidangkan kopi untuk tamu-tamu ku meskipun keadaan ku miskin begini.” Kemudian tak lama berselang,...kopi pun akhirnya dihidangkan lalu dinikmati bersama. Sungguh saya merasakan ada suasana yang damai waktu membaca kalimat tersebut dalam buku itu. Tidak seperti saat sekarang ini dimana kopi dihidangkan dengan selalu dibarengi suguhan camilan atau gorengan. Tapi dulu, beliau hanya mampu menyuguhkan kopi tanpa camilan atau gorengan, karena keadaan memang Susah. Tetapi,....kala itu tetangga beliau mendengar bahwa beliau kedatangan tamudan beliau Cuma bisa menyediakan kopi.....”lalu tidak lama waktu berselang, tetangga beliau ikut datang dengan membawakan kue untuk pelengkap acara minum kopi itu. Sungguh suatu kepedulian yang luar biasa. Out of ordinary.

Sekarang di Era Kemerdekaan, adat istiadat tersebut (minum kopi) telah me-regenerasi. Yang dilakukakn oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di warung-warung pinggir jalan atau di cafe-cafe. Cuma, kayaknya aku belum pernah merasakan Ngopi di cafe. Ups,....sebentar, kayaknya pernah sich,...oiya aku br inget, aku pernah sekali Ngopi di cafe, diajak oleh temen seniorku alias angkatan yang lebih tua d kampus...namanya si didi dolphin, angkatan 98,....dan ada temen-temen 98 yg lain. Kepada temen-temen ku 98,.......ooooooiiiiiii........Jan@#$...........!!! kalian pada kemana choy.....????????????!!!!!!!!!!!! ayo ngopi bareng maneh c@#.....c@#....!!!! Robert tahu kalian dah pada merit, tp apa salahnya Ngopi bareng maneh c@#...c@#....!!!! ja@#$ lu...!!!! hwekekekekek..............!!! sampai kapan pun ku tunggu Rai%$.....!!!! sampai aku punya anak pun! Tp,....gmn punya anak, punya istri aja blm! Tp,....gmn punya istri, punya pacar aja blm! Hwahahahahahahaha. Adakah yg mau jd istriku...????hubungi : 0812170XXXX (dijamin setia). Hwakakakakakakakak........!

Ok pembaca yang budiman dan budiwati. Demikian_lah cerita tentang ”Ojo Lali Mimik Kopi, Bagian Pertama”. Tunggu Kemunculan ”Ojo Lali Mimik Kopi, Bagian Kedua”. Sampai jumpa. Jgn lupa kl bc blog aku ini, kasih comment ya. Thanks. Danke. Syukron. Xie xie. Matur nuwun. Aligato.