Sunday, 26 April 2009

absolutely refresh place palace

walking in the dark... empty human else,only the crew.
orion and the sky always company us.

sounds of snakes is dominationed in this area.
but we never fear. and keep walking.

cak cuk cak cuk...is tradition word of us.

me,....in four friend crew "take off" latest than the first team.
the first team go on hacking one day faster than us.

very fuck of but happy.

very cold.

to be continued...

Saturday, 7 March 2009

Surbaya sebagai Rumah Orang Asing ^_^ /flash back


Sebuah tulisan tentang komunitas Filipina muncul di harian ini, Sabtu, 17 Juni 2006. Tulisan itu melaporkan aktifitas sosial sekitar seratus orang anggota The Filipino Community (Filcomin) di Surabaya. Pertumbuhan itu cukup pesat karena 10 tahun lalu anggota organisasi tersebut hanya sekitar 10 orang.

Tulisan itu mungkin lebih menyadarkan sebagian kita betapa sebenarnya Surabay tidak sekedar kota metropolitan (kota besar), tetapi juga kosmopolitan. Istilah kosmopolitan berasal dari istilah bahasa Inggris “cosmopolitan”. Oxford Advanced menyebutkan, cosmopolitan (kata sifat) berarti “of or from all, or many parts of the world.” Kata itu juga berarti “free from national prejudices because of wide experience of the world.” Kamus besar bahasa Indonesia menyatakan, kosmopolitan berarti mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas; atau terjadi dari orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

Suatu kota kosmopolitan berarti kota yang warganya banyak terdiri atas orang-0rang yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Atau juga suatu kota yang sistem kehidupan banyak warganya dapat hidup dan berkembang di berbagai tempat di seluruh dunia. Bila menyangkut pandangan seseorang, kosmopolitan berarti orang itu berpandangan internasional akibat pengaruh luasnya wawasan dan pengetahuannya.

Banyak kota di dunia ini yang dikatakan sebagai kota kosmopolitan. Tetapi, seberapa jauh tingkat kosmopolitanismenya tentu juga berbeda-beda. Kota-kota seperti London, Paris, New York, Wina, dan Jerussalem (Al Quds) adalah beberapa kota yang sangat kosmopolit., yang ditandai dengan amat beragamnya orang-orang yang tinggal di kota-kota tersebut. Mereka datang dari berbagai negara, berbagai bangsa dan suku, dengan beragam bahasa dan pandangan hidup mereka.

Bagaimana Surabaya? Informasi yang digali, antara lain, dari berbagai lembaga asing resmi seperti konsulat asing, orang-orang asing dan mereka yang berhubungan dengan orang asing menunjukkan kota ini cukup kosmopolit. Memang tidak ada angka pasti jumlah orang asing yang tinggal di Surabaya. Pasalnya, tidak ada kewajiban warga asing itu untuk melapor ke konsulat negaranya. Tetapi Carmelitto Sagrado, konsul kehormatan Filipina yang telah menetap di Surabaya selama 25 tahun, memperkirakan orang asing yang tinggal di kota ini antara 1.500 hingga 2000 orang.

Perkiraan itu kiranya masuk akal. Orang Jepang misalnya, menurut Perkiraan M. Arfil dari Konjen Jepang, berjumlah sekitar 500 orang. Warga negara Amerika Serikat sekitar 250 orang, wrga negara Belanda 200 orang, sedangkan warga negara Jerman sekitar 50 orang. Banyak diantara mereka menikah dengan orang Indonesia. Semua data dari konsular masing-masing itu memang hanya perkiraan. Belum diperoleh data tentang warga negara RRT, Korea selatan, Taiwan,yang diperkirakan cukup besar karena banyaknya perusahaan dari negara-negara tersebut di kota ini atau daerah Jatim. Demikian juga warga negara Malaysia, Singapura, Thailand, dan sebagainya.

Bagaimana Surabaya di mata mereka? Bagi Konjen Jepang Shoji Sato, yang baru dua bulan di kota ini, Surabaya adalah kota “sangat mengagetkan” karena banyaknya sepeda motor (yang didominasi produk jepang). Konjen Sato mungkin membandingkan kota ini dengan kota-kota di Jepang, yang memang jarang ada sepeda motor. Atau dengan Singapura, yang seolah “mengharamkan” kendaraan bermotor roda dua itu. Namun secara umum, komentar-komentar lain cukup positif, apalagi dibandingkan dengan Jakarta. Bagi Carmelitto Sagrado, Surabaya terasa friendly, dengan penduduknya yang masih saling sapa, hal yang tidak bisa diharapkan di Jakarta. Tetapi, apakah itu karena Sagrado tinggal di kawasan Kampung, bukan kawasan perumahan elite?

Namun apapun jawabannya, Surabaya sudah menjadi kota kosmopolitan sejak lama. Dari sebuah buku telepon Surabaya yang terbit pada 1921, misalnya, kita dapat menyimak betapa sudah majunya kota ini. Sebagai kota dagang dan industri kentara sekali adanya keanekaragaman usaha dan bisnis warga kota-meski sebagian besar mereka bukan penduduk pribumi. Dari daftar nama yang terpampang di buku telepon itu, setidaknya, kita dapat mengetahui keberagaman latar belakang pemiliknya.

Sifat kosmopolit Surabaya ini juga dapat dijejaki dari makam-makam lama di kota ini. Salah satunya adalah makan Belanda di JL. Peneleh, yang sudah lama dibiarkan terlantar. Lainnya lagi adalah makam-makam Yahudi, di bagian belakang komplek Makam Kristen Kembang Kuning.

Dari pengamatan, Makam Peneleh ternyata tidak hanya untuk orang-orang Belanda, tetap juga orang asing lainnya. Seorang penulis asing, Graeme T. Steele, menyebutkan, adanya orang-orang dengan berbagai kebangsaan, sperti Perancis, Inggris, Jerman, dan Australia menunjukkan sifat kosmopolit Surabaya sejak dulu.

Besar kecilnya nisan di makam itu juga menunjukkan beragamnya latar belakang sosial dan ekonomi orang yang dimakamkan. Ada nisan besar dengan marmer, lengkap dengan bangunan yang melindunginya, yang menunjukkan kemampuan finansial seseorang. Sebagian diantaranya dilengkapi patun-patung indah serta inskripsi berbahasa Belanda dan Inggris.

Beberapa kuburan yang besar adalah kubur para pejabat Hindia Belanda yang meninggal pada abad ke-19. Salah satunya kuburan Daniel Franqois Willem Pietermaat, resident van Soerabaja, yang meninggal pada 1848.

Adanya makam khusus Yahudi di kawasan Kembang Kuning juga menunjukkan keberagaman latar belakang warga Surabaya. Dilihat dari namanya, sebagian orang Yahudi itu berasal dari negara-negara Arab terutama Iraq, sedangkan lainnya berasal dari Eropa. Menurut data, jumlah orang Yahudi saja di Surabaya sebelum masuknya Jepang pada 1942 tidak kurang dari 500 orang.

Semua itu menunjukkan kota ini adalah kota yang toleran kepada orang-orang asing. Sebagai rumah, Surabaya adalah rumah yang cukup nyaman bagi mereka. Mudah-mudahan akan selalu demikian.

(di tulis oleh Djoko Pitono, pengarang dan Editor Buku, dikutip dari Jawapos…)

Wednesday, 7 January 2009

Ojo Lali Mimik Kopi (2)


Kopi adalah minuman
ter_istimewa.

Ter_istimewa, berarti,
bahwa kopi adalah minuman yang nomor 1.

Nomor 1, berarti,
bahwa nomor tsb adalah nomor yang paling atas dari deret angka.

Deret angka,
berarti, bahwa …”mbulet”!!!

“Mbulet”,
berarti, bahwa … “uakeh maknane”.

“Uakeh maknane”, berarti bahwa … banyak artinya.

So,…saya sarankan jgn dipertanyakan lagi…,nanti anda jadi pusing.

Nyante aja,…daripada anda pusing tujuh keliling.

Btw,…mang anda keliling kemana aja sich…????

Hwekekekekek.................................................

Ahahaik.......................................................

Nging....................................................

Indonesia
adalah Negara Besar.

Suatu
Negara Zamrud Khatulistiwa.

Gemah ripah loh jinawi.

Tata
Tenterem Kertaraharja.

Suatu Negara Besar yang Hanyakrawati.

Ora tedas Tapak Palune Pande.

Ora tedas Gurindo.

Dari jaman
perang hingga jaman kemerdekaan, Kopi adalah minuman ter_istimewa.

Oh...benarkah....???????????????????????????????????????????????????????????

(kayaknya
terlalu banyak tanda tanya_nya dech).

Ok, kl kagak percaye cobe simek....

(logat Betawi)

Ok, kl tidak percaya coba simak.......

(logat Asli Nasional NKRI).

Begini
ceritanya.....................................................................................................................

”Pada
saat berpikir keras (artinya berpikir tentang suatu masalah sampai
runtut. Bukan berpikir tentang kekerasan, atau sesuatu yang keras
seperti batu, atau bukan berpikir tentang ”sesuatu yang mengeras”.
Hayo...apa ya. Pembaca jgn mikir joni (jorok nggilani) dulu. Bisa aja
”sesuatu yang mengeras itu adalah pasir di sungai. Yang lama
mengendap dan menjadi tanah yang padat. Atau jasad dinosaurus yang
ribuan tahun tertimbun tanah dan menjadi KikiL eh FOSiL) untuk
menyelesaikan suatu masalah, coba minum kopi_lah sejenak untuk
relaksasi demi melancarkan peredaran ide dalam otak.”

Kenapa
bisa terjadi kayak gitu? ....mmmm,...pertanyaan sprti ini kalimatnya
gak baku.

Kenapa
gitu kayak bisa terjadi? ....mmmm,....pertanyaan sprti ini kalimatnya
jg gak baku.

Kenapa
kayak bisa gitu terjadi? ....mmmm,....pertanyaan sprti ini kalimatnya
jg gak baku.

Kenapa
kayak? ....nah pertanyaan sprti ini kalimatnya sederhana tp kurang
mengena.

Koq bisa?
.....naaaaaaaaaah....kita pke kalimat tanya yg ini saja ya. Simpel tp
mengena.

Ok,
cara kerja kopi tersebut mempengaruhi pemikiran-pemikiran kita.
Kepada anda pembaca yang budiman (untuk
laki-laki) dan kepada anda yang budiwati (untuk gadis) perlu tahu
cara kerja kopi tersebut. Yaitu antara lain :

”Kopi
diminum melalui mulut, jangan sampai salah, karena jika anda salah
dalam meminumnya, semisal, anda minum kopi melalui hidung, maka
hidung anda akan tersumbat ampas kopi atau dalam bahasa jawa_nya
disebut ”LETEG”. Yang akan mempengaruhi penampilan anda yang
normal seperti layaknya manusia normal di dunia ini, yaitu, mata nada
eh mata anda akan menjadi merah, dan ”G.P.L” alias gak pake lama
muka anda akan jadi merah juga. Sehingga anda akan merasa malu. Sebab
bisa jadi anda akan ditertawakan orang normal yang lain.
Hwekekekekekek............................................”

Akan
tetapi.............................................................................................................................

”Jika
andan, eh, jika anda sudah benar dalam cara meminum kopi, artinya,
kopi sudah anda minum melalui mulut atau via mouth atau liwat cangkem
atau diombe atau dicucup, maka kopi tersebut akan cepat turun dalam
tenggorokan dan mengalir dalam lambung lalu diolah menjadi sari-sari
”SEMANGAT” yang kemudian disalurkan lagi langsung menuju otak.
...............dan lahirlah gagasan-gagasan cemerlang yang akan
membuat hidup anda menjadi ”SEMANGAT
TEYUUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSS................”

”SIAPA BILANG HITAM ITU HITAM”......?! ya...,itulah kopi.
Warnanya memang hitam tapi positif. Bukan hitam dalam arti negatif.

Hitam
tapi positif. Memang. Minuman yang satu ini adalah Legal menurut
hukum negara dan Halal menurut hukum agama islam, dan menurut saya
kopi juga halal dalam hukum agama lainya yang ada di jagad raya ini.
Btw,...pembaca ada yang tahu gak kenapa jagad
itu pake ”d” koq gak pake
”t”??????????????????????????????????????????

Tp yg
penting.....minuman ini cocok juga kan untuk semangat persatuan.
Hwekekekekekekkekekek......................................................................................................

Ahahaik..................................................................................................................................

Nging......................................................................................................................................

”Egalite’....................”Freternite’....................”Liberte’..................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hitam
tapi positif yang lain, yaitu, seperti layaknya kehidupan manusia,
dimana semua manusia yang masih hidup (ups,....kl dah mati berarti
dinamakan JASAD bukan Manusia donk. Btw,
pembaca ada yang tahu gak kenapa jasad itu pake ”d” koq gak pake
”t”?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????)
punya tingkatan kesulita tersendiri.
Antara lain, ”stres”. Itu pasti terjadi. Stres itu sprti: Polemik
yang tak kunjung Sembuh (alias masalah yang sungguh akut). Seperti
KANKER (dlm istilah Kedokteran Umum) yang datang
tiba-tiba (perlu dicatat, ”tiba” ini artinya tibo dlm bhs
jawa, yg kl diartikan dlm bhs indonesia berarti jatuh. Maka jika
dibaca seluruhnya, menjadi, datang jatuh-jatuh. Jadi pembaca yang
budiman dan budiwati, mendingan anda membaca ”tiba-tiba” yang
diartikan dalam bhs indonesia sebagai ”mendadak”.) dan
kalau tidak disertai suatu MANAGEMENT (dlm istilah ekonomi)
yang teratur dan kontinue (seperti meminum obat), maka
akan merubah PSYCHOLOGI GENETIC (dlm istilah psychologi) dan
bisa-bisa tubuh manusia itu akan menjadi LOYO (dlm istilah
Jamu) yang kadang nyambung ke penyakit malas mandi yang
menyebabkan bau badan atau ”BB” dan tentu bisa juga malas gosok
gigi yang nantinya akan menyebabkan bau mulut atau ”HOLITOSIS”
(dlm istilah Kedokteran Gigi). Sehingga, mungkin
manusia itu menjadi ”LENGGAK LENGGOK” (dlm istilah Tari)
ketika berjalan, yang kalau dilihat dari jauh, manusia tadi
seperti berjalan sempoyongan alias Zig-Zag (dlm istilah Lalu
Lintas). Maka bisa ditebak, dia akan jatuh TERSUNGKUR (dlm
istilah Sepak Bola Indonesia) dan mukanya menjadi
berDARAH-DARAH (dlm istilah Sastra) yang akhirnya darah
itu kering dan menjadi BENANG-BENANG FIBRIN / FIBRINOGEN (kembali
ke istilah Kedokteran Umum). Nah disinilah peran penting kopi itu
difungsikan. Yaitu ditengah-tengah stres minumlah kopi biar bisa
berpikir jernih dan gak akan terjadi hal-hal seperti diatas. Dan kita
tidak perlu repot-repot menempatkan stres di seluruh ”kepala”
kita. Artinya kan jelas bahwa kopi akan mengurangi beban beberapa
kilogram saat anda melakukan angkat besi di tempat fitnes. Lho...?!
sori, maksud saya artinya kan jelas bahwa kopi akan mengurangi beban
stres anda. Btw, pembaca ada yang tahu
gak kenapa maksud itu pake ”d” koq tidak pake ”t”????????????


Kopi adalah minuman hasil ladang kita sendiri.
Indonesia. Kopi ditanam dan dihasilkan oleh tangan-tangan terampil
MANUSIA INDONESIA. Sungguh luar biasa.
Sebuah perpaduan antara tangan Manusia dan
Alam Indonesia....., Kompak! Maka dari itu......,”Sungguh Nikmat
Rasa dan Aromanya adalah bagian dari Alat Pemersatu Bangsa.”


”Lestari alam_ku lestari desa_ku


Dimana Tuhan_ku menitipkan aku


Ramai bocah-bocah dikala Purnama


Nyanyikan pujaan untuk Nusa........


Damai saudara_ku suburlah Bumi_ku


Ku ingat Ibu_ku dongengkan cerita


Kisah tentang Jaya Nusantara Lama


Tenteram Kertaraharja di sana...........”

Dalam redup lampu
listrik dari PLN, ku dengar suara merdu yang ”meliuk-liuk mengikuti
arah angin sepoi-sepoi” Almarhum Gombloh bernyanyi tentang ”Berita
Cuaca” yang diselimuti ”dinginnya malam” kota Pahlawan_ku.

(ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeee.......puitis
bgt. Hwekekekekekek...............)

”robert
terusin
ya”.......hehehehehe....tanggung.....................................................................


”Ngiiiiiiiiing......”, bunyi teko ajaib yang menandakan
bahwa air sudah mendidih dan siap dipanen, lho ya,....maksud saya
siap dituangkan dalam ramuan satu sendok kopi plus satu setengah gula
pasir (asli buatan Indonesia, dari tebu mojokerto yang sudah
dikristalisasi),.....yang damai menjadi satu dalam sebuah mug.”

”Kricik......kricik.......,dan................................lebur_lah
mereka menjadi satu. Kopi panas. Siap diminum. Eits....,tunggu sampai
ampas_nya mengendap, lalu tuangkan pada lepek, tiup dulu
pelan-pelan..............lalu............cucup_lah.
Ahhhhhhhhhhhhh.......segar sekali.”

”Mengap,...mengap,...mengap,...


Meng,...meng,...meng,...


Mengapa Tanah_ku rawan kini


Bukit-bukit_pun telanjang berdiri


Pohon dan
rumput-rumput Enggan bersemi kembali


Dan
burung-burung_pun malu bernyanyi....


Begitulah lanjutan Lagunya Cak Gombloh yang
dirilis ulang oleh BOOMERAANG. Maaf bukan saya bermaksud melecehkan
dengan kalimat-kalimat di atas. Tapi, CD saya agak
tergores,....nyandet dech. Hehehehe. Ya, mungkin beliau menggambarkan
tentang damainya Nusa yang lalu, dan kemungkinan rusaknya Alam hijau
Zamrud Khatulistiwa, negeri tercinta ini. Dan ternyata Rusak benar
kan???!! Tapi sisi baiknya masih ada perdamaian dan persatuan kala
Negeri ini terusik!


Satu hal tentang perdamaian yang patut kita
contoh. Pada zaman dulu, alias zaman perang. Ada satu pemimpin yang
dicintai oleh seluruh Rakyat Indonesia. Satu pemimpin yang memakai
ciri dengan selalu memakai Peci dan mendisaign sendiri Baju
Kebesarannya sehingga dengan cirikhas itu beliau dikenal oleh
kalangan dunia Internasional. Disegani kepemimpinannya. Beliau
adalah presiden pertama NKRI P.J.M. ir. Soekarno. Satu kalimat saja
nama beliau, tapi sejuta lebih kharisma yang ada pada diri beliau.
Rakyat sangat menghormatinya lantaran beliau mencintai dan
menghormati rakyatnya. Mengingat tentang beliau, ada sebuah buku yang
pernah ku baca (Soekarno Penyambung Lidah Rakyat, Cindy Adams)
menceritakan bahwa dulu, presiden Paduka Jang Mulia ir. Soekarno
selalu menyediakan kopi untuk teman-teman seperjuangan yang bertamu
kerumahnya. Saat itu, beliau berkata,....”Aku akan selalu
menghidangkan kopi untuk tamu-tamu ku meskipun keadaan ku miskin
begini.” Kemudian tak lama berselang,...kopi pun akhirnya
dihidangkan lalu dinikmati bersama. Sungguh saya merasakan ada
suasana yang damai waktu membaca kalimat tersebut dalam buku itu.
Tidak seperti saat sekarang ini dimana kopi dihidangkan dengan selalu
dibarengi suguhan camilan atau gorengan. Tapi dulu, beliau hanya
mampu menyuguhkan kopi tanpa camilan atau gorengan, karena keadaan
memang Susah. Tetapi,....kala itu tetangga beliau mendengar bahwa
beliau kedatangan tamudan beliau Cuma bisa menyediakan kopi.....”lalu
tidak lama waktu berselang, tetangga beliau ikut datang dengan
membawakan kue untuk pelengkap acara minum kopi itu. Sungguh suatu
kepedulian yang luar biasa. Out of ordinary.


Sekarang di Era Kemerdekaan, adat istiadat
tersebut (minum kopi) telah me-regenerasi. Yang dilakukakn oleh
seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di warung-warung pinggir jalan
atau di cafe-cafe. Cuma, kayaknya aku belum pernah merasakan Ngopi di
cafe. Ups,....sebentar, kayaknya pernah sich,...oiya aku br inget,
aku pernah sekali Ngopi di cafe, diajak oleh temen seniorku alias
angkatan yang lebih tua d kampus...namanya si didi dolphin, angkatan
98,....dan ada temen-temen 98 yg lain. Kepada
temen-temen ku 98,.......ooooooiiiiiii........Jan@#$...........!!!
kalian pada kemana choy.....????????????!!!!!!!!!!!! ayo ngopi bareng
maneh c@#.....c@#....!!!!
Robert tahu kalian dah pada merit, tp apa salahnya Ngopi bareng maneh
c@#...c@#....!!!!
ja@#$ lu...!!!! hwekekekekek..............!!! sampai kapan pun ku
tunggu Rai%$.....!!!! sampai aku punya anak pun! Tp,....gmn punya
anak, punya istri aja blm! Tp,....gmn punya istri, punya pacar aja
blm! Hwahahahahahahaha. Adakah yg mau jd istriku...????hubungi :
0812170XXXX (dijamin setia). Hwakakakakakakakak........!


Ok pembaca yang budiman dan budiwati.
Demikian_lah cerita tentang ”Ojo Lali Mimik Kopi, Bagian Pertama”.
Tunggu Kemunculan ”Ojo Lali Mimik Kopi, Bagian Kedua”. Sampai
jumpa. Jgn lupa kl bc blog aku ini, kasih comment ya. Thanks. Danke.
Syukron. Xie xie. Matur nuwun. Aligato.

.....salam damai untuk semuat manusia di dunia....
-robert badak 069-